Minggu, 20 Maret 2016

KAMPAI---Meskipun baru seumur jagung di mekarkannya Kedaton menjadi Kecamatan ke 13 dan termuda di Bumi Sebimbing Sekundang ini, sudah beberapa kali mengalami musibah, mulai dari kebakaran hutan hingga banjir.
Pada musim hujan di awal tahun 2016 ini masyarakat Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya ( KPR ) di landa banjir berkali kali, bahkan sepekan terkhir sudah menyebabkan 4 sekolah di liburkan.

Kondisi banjir yang tak juga kunjung surut, di dua Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU ) Sumatera Selatan sepekan terakhir, membuat orang nomor satu di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya ( KPR ) terjun kelapangan.

Dari 8 Desa dalam wilayah Kecamatan KPR ada 6 Desa yang dilanda banjir yang kedalamannya mencapai 1 meter lebih, bahkan akibat bajir tersebut 4 sekolah dasar terpaksa di Liburkan.
Hal ini di katakan oleh Yudo, Kepala Sekolah SDN 174 Desa Kampai saat mendapingi Camat KPR meninjau lokasi sekolah yang terendam banjir.
“Menang ruang belajar belum terendam banjir, tapi kantor sekolah, ruang perpustakaan dan laboratorium, sudah sedalam 10 cm, apalagi akses jalan menuju Gedung sekolah kedalamannya sedada orang dewasa,” kata Kepsek SDN 174 pada Minggu (20/3) di Desa Kampai.
Menurutnya, hal inilah yang menyebabkan pihaknya terpaksa meliburkan sekolah, di samping akses menuju sekolah sangat sulit, dan berbahaya bagi siswa jika sekolah tidak di liburkan.
“Di halaman sekolah kedalamannya sedada orang dewasa, apalagi siswa dan siswi sekolah, kami tidak berani mengambil resiko, apalagi untuk siswa dan siswi kelas 1 sampai kelas 3 yang masih kecil – kecil,”ujarnya.
Disisi lain, Kepala Desa Kampai Indra Gunawan berharap agar Pemerintah khususnya pihak terkait dapat memberikan solusi agar para siswa dan siswi tidak terganggu dalam kegiatan belajar mengajarnya.
“Paling tidak kami minta di buatkan jembatan dari jalan Cor Beton Desa, menuju Gedung sekolah, yang nantinya ketika banjir tiba anak- anak tetap bisa sekolah,”ujar Kapala Desa Kampai yang setiap tahun desanya menjadi langganan banjir.
Sementara, itu Camat Kedaton Peninjauan Raya ( KPR ) Yoyin Arifianto,SIP.MSI  yang didampingi Sekcam Halim Burni, S.sos meskipun hari libur, tetap bekerja, untuk meninjau langsung beberapa Desa yang di landa banjir, dalam wilayah kerjanya.
“Memang hari ini hari libur,  tapi persoalan di desa kita juga harus tau secara langsung, untuk melihat kondisi warga dan memastikan apa langkah yang akan di ambil kedepan,”kata Camat KPR Yoyin Arifianto.
Masih kata Camat KPR, persoalan banjir ini, memang kehendak alam, akan tatapi dampak yang di timbulkan akibat banjir ini begitu banyak, dan ini harus menjadi perhatian dan di carikan solusinya.
“Kalau aktiifitas warga terganggu, sudah pasti perekonomian masyarakat juga terganggu, akibat banjir ini,  warga tidak bisa nyadap karet, ladang mereka rusak (padi dan sayur), bahkan kendaraan dan hewan ternak warga juga terpaksa di ungsikan ke tempat yang lebih tinggim,”jelasnya.
Dia menambahkan, akibat banjir yang tak kunjung surut, puluhan hektar sawah warga terancam gagal panen, yang dikarenakan tenggelam selama sepekan.
“Ada 6 desa yang di kunjungi, 4 desa diantaranya cukup parah, yakni Desa Kampai,  Lubuk Kemiling, Kedaton, dan Rantau Panjang, sedangkan Desa Suka Pindah dan Bunglai hanya sebagian, dan perihal ini akan di laporkan ke Bupati,” mbuhnya.
Pantauan sumateradeadline.com di lapangan, di dua desa aktifitas warga nyaris lumpuh, rata – rata mereka menggunakan perahu untuk melakukan aktivitas. Bahkan akses jalan menuju desa Lubuk Kemiling sepanjang 1 km kedalamannya sudah mencapai 140 cm, yang hanya bisa di tempuh dengan menggunakan perahu.(Rud).
Diberdayakan oleh Blogger.

BERITA TERBARU

Followers

Popular Posts

IKLAN

Our Facebook Page